Batu Ratapan Angin – Atraksi Unik di Wisata Dieng

BATU RATAPAN ANGIN DIENG

Batu Ratapan Angin Dieng. Dataran Tinggi Dieng merupakan wilayah yang kaya akan tempat-tempat indah serta tempat yang menyajikan keindahan. Setiap pandangan, yang kita temukan adalah keindahan dan kekaguman ketika berada dilokasi ini. Mulai dari sejarah, pesona alam, kesejukan udaranya, hingga ketenangan suasana dan keakraban yang ditawarkan. Biasanya sebuah lokasi wisata adalah satu area dengan luas tertentu yang memiliki keunikan dan kelebihan dari sekitarnya dalam bentuk kesatuan dari wilayah itu. Tapi ini adalah suatu wisata yang cukup unik dan memilki daya tariknya sendiri. Ini bukan sebuah wilayah atau daerah seperti halnya tempat wisata pada umumnya dengan luas area tertentu, tapi ini tentang sebuah gundukan keras yang biasa kita sebut sebuah ‘Batu’. Uniknya, benda yang satu ini telah mampu menarik banyak ketertarikan bagi siapa saja untuk mendatanginya karena lokasi tempat batu ini berada telah mampu menampilkan segala keindahan disekitarnya.

di atas batu ratapan angin dieng - foto oleh firmaaan09
di atas batu ratapan angin dieng – foto oleh firmaaan09

Gundukan itu bernama Batu Ratapan Angin, sebuah tujuan wisata yang unik yang berada di Dataran tinggi Dieng. wisata yang satu ini memiliki beberapa sebutan atau panggilan yang mewakili fungsi dan keutamaannya. Batu Pandang Dieng, Batu Pandang Telaga Warna hingga namanya sendiri yaitu Batu Ratapan Angin. Untuk semua sebutan yang ditujukan pada Batu Ratapan Angin Dieng ini jelas menunjukkan keutamaan benda ini, yaitu sebagai titik pandang untuk sesuatu. Sesuatu yang ditawarkan adalah bentuk keindahan yang luar biasa bagi pandangan setiap mata. Jika Anda penasaran Anda bisa mengunjungi tujuan wisata ini dan temukan apa yang akan Anda dapatkan dalam “Pandangan” mata Anda ketika berada di atas gundukan batu ini. Sungguh Anda akan takjub, keindahan yang sangat luar biasa akan Anda temukan melalui Batu Ratapan Angin Dieng. Keindahan Dataran Tinggi Dieng secara umum dan keindahan telaga kembar Dieng  khususnya yaitu Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dieng. Dua telaga dengan keindahan yang berbeda dalam satu pandangan. Penasaran bukan?

 

MENGENAL BATU RATAPAN ANGIN/BATU PANDANG DIENG

Batu Ratapan Angin Dieng merupakan dua batu besar yang letaknya berdampingan.  Terletak diatas bukit sekitar Dieng Plateu Theather tepatnya di area Telaga Warna diketinggian 2010 mdpl. Dikelilingi panorama perbukitan menjadikan lokasi tempat Batu Ratapan Angin ini memiliki kesejukan udara yang sama dengan kawasan Dieng sekitarnya yaitu segar dan bebas polusi.

 

Jika Anda berada di lokasi Batu Ratapan Angin, Anda akan menemukan keindahan yang berbeda ketika melihat kearah dua telaga kembar Dieng. Hal ini di karenakan, Batu Ratapan Angin adalah lokasi terbaik yang direkomendasikan untuk menikmati Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Keindahan dua telaga dengan keunikan fenomena yang berbeda dimana Telaga Warna yang mengandung Sulfur yang tinggi sehingga permukaan airnya menciptakan warna-warna indah akibat pembiasan cahaya matahari pada permukaan airnya. Sedangkan Telaga Pengilon adalah telaga dengan tingkat sulfur yang sangat rendah sehingga memiliki air yang sangat jernih bak cermin. Keunikan lainnya adalah meski kedua telaga ini saling berdampingan namun tidak saling mempengaruhi. Perbedaan warna kedua telaga ini tetap terlihat jelas sehingga terlihat sangan indah dan mempesona jika dilihat dari atas.  Hal ini menjadikan Batu Ratapan Angin sebagai lokasi pilihan terfavorit bagi para penikmat kegiatan fotografi. Setiap sudut adalah lokasi dan obyek terbaik bagi lensa kamera Anda saat Anda memandang Alam sekitar ketika Anda berpijak pada Batu Ratapan Angin.

Batu Ratapan Angin Wonosobo Jawa Tengah - Foto oleh herdik
Batu Ratapan Angin Wonosobo Jawa Tengah – Foto oleh herdik

 

Selain Keindahan Alam sekitar, Batu Ratapan Angin juga memiliki legenda tentang asal usulnya. Legenda tentang sebuah penghianatan seorang isri pada suaminya karena bermain api dengan lelaki lain. Atas hal ini kedua nya dihukum oleh sang suami yang sakti mandraguna dan menjadikan mereka batu. Sang istri menyerupai batu dengan posisi orang yang menunduk sedangkan kekasih gelapnya menjadi batu dengan posisi disamping batu sang istri.  Ketika mengutuk pasangan ini, sang suami yang mengeluarkan kesaktiannya mengakibatkan daerah sekitar porak poranda karena angin puting beliung yang muncul dari kesaktian itu. Hingga saat ini terkadang masih bertiup angin kencang yang menerpa bukit-bukit  disekitar sehingga menimbulkan suara yang aneh yang terkadang menyerupai suara siulan. Mungkin dari hal inilah nama Batu Ratapan Angin berawal.  

 

LOKASI DAN TIKET MENUJU BATU RATAPAN ANGIN

Batu Ratapan Angin berada di Kawasan Wisata Alam Telaga Warna yang juga termasuk wilayah Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Untuk menuju lokasinya, jika Anda menemukan pertigaan Dieng maka Anda harus mengambil jalur kiri yang menuju Telaga Warna. Anda akan dikenakan tiket masuk senilai Rp10.000.  Tiket bisa Anda dapatkan di pos penjagaan, dan setelah itu sisa perjalanan akan akan lanjutkan dengan berjalan kaki. Jarak tempuh antara Pos penjagaan dan Batu Ratapan Angin hanya 100meter atau sekitar 10 menit perjalanan.

Tidak susah menemukan lokasi Batu Ratapan Angin. Aksesnya-pun tergolong mudah, meski ketika setelah Anda meninggalkan pos penjagaan atau loket tiket masuk Anda harus melalui perjalanan menanjak  dan berdebu, semua sebanding dengan semua yang akan Anda temukan ketika Anda berada dilokasi tujuan yaitu Batu Ratapan Angin.

 

KEINDAHAN DAN PETUALANGAN SEKITAR BATU RATAPAN ANGIN

Begitu banyak keindahan bagi Anda dari Batu Ratapan Angin, Selain Telaga kembar, Anda juga dapat memandang keindahan Kawah Sikidang dari lokasi Batu Ratapan Angin ini.  Anda juga dapat melihat kemegahan Candi Bima hingga menikmati pemandangan keindahahan mahakarya tebing tebing batu dari bukit-bukit indah sekitar serta pegunungan yang berjejer ketika Anda menaiki Batu Ratapan Angin. Gunung Prau, Gunung Pakuwaja serta Gunung Kendil, adalah beberapa gunung yang akan menjadi pemandangan eksotik bagi Anda.  Semua itu adalah tempat-tempat wisata alam dan sejarah Dieng yang juga terkenal dikalangan wisatawan.  

Batu Ratapan Angin tidak sendiri. Ada wisata buatan dan wahana pendukung lainnya yang berada di sekitar Batu Ratapan Angin yang juga bisa Anda nikmati. Berlokasi kurang lebih 50 meter dari Batu Ratapan Angin, Anda dapat menemukan wisata buatan yang memacu adrenalin yaitu Jembatan Merah Putih, yang merupakan jembatan gantung yang berada diantara dua bukit di dekat Batu Ratapan Angin. Jembatan dengan sensasi ayunan yang membangunkan adrenalin Anda ketika berada diatasnya.  Selain itu, ketika menuruni lokasi Batu Ratapan Angin, Anda juga akan menemukan Wahan Flying Fox yang  memperkaya perjalanan wisata Anda.

Batu Ratapan Angin Dieng Jawa Tengah - Foto oleh meggapuspita
Batu Ratapan Angin Dieng Jawa Tengah – Foto oleh meggapuspita

Apakah itu sudah semua dari kelebihan Batu Ratapan Angin? Tentu saja tidak.  Masih banyak yang bisa Anda nikmati ketika berkunjung ke Batu Ratapan Angin Dieng.  Berada di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Batu Ratapan Angin juga dikelilingi oleh segala keindahan alam Dieng. Perjalanan yang Anda tempuh menuju Batu Ratapan Angin kaya akan keindahan alam lokalnya. Menempatkan Anda ditengah-tengah perkebunan Penduduk Lokal ketika Anda menuju tujuan wisata yang satu ini memberikan kedamain tersendiri. Anda akan menikmati seni alam olahan para petani lokal melalui tanaman perkebunannya. Perkebunan kentang, wortel hingga tanaman cabai liar akan membuat Anda semakin terpikat dan semakin menikmati perjalanan Anda.

Jangan lupa untuk mengabadikan setiap kekaguman Anda ketika mengunjungi Batu Ratapan Angin. Karena setiap pandangan adalah keindahan, ketentraman, dan kesejukan. Setiap sudut adalah spot bahkan obyek untuk bidikan lensa kamera Anda. Untuk informasi bagi Anda, Batu Ratapan Angin telah menjadi tujuan wisata favorite, maka secara tidak langsung jumlah kunjungan ke lokasi ini selalu ramai pengunjung. Posisi batu yang cukup tinggi dan tidak terlalu besar mengharuskan setiap Pengunjung untuk ekstra berhati-hati ketika menaikinya. Selain karena usia yang membuat batu ini mulai mengalami kerentanan , ukuran yang tidak besar membuat setiap Pengunjung harus menghindari jangan sampai bersenggolan ketika menaikinya karena akan berisiko terjatuh.Tapi Anda tak perlu khawatir jika tidak bisa menaiki nya, Anda tetap akan mendapatkan keindahan Alam dari Batu Ratapan Angin meski hanya berdiri disampingnya. Jadi  abadikan segala keindahan itu sebagai karya dan sejarah perjalanan Anda. Semua tersaji untuk Anda, Selamat menikmati perjalanan dan Wisata Anda.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *