Kompleks Candi Arjuna

Kawasan candi Dieng memiliki luas sekitar 90 hektar. Di lihat dari bentuk bangunannya yang juga berbeda-beda, diperkirakan setiap candi dibangun pada masa yang berbeda. Nama candi – candi Dieng sesuai dengan nama tokoh-tokoh pewayangan di kitab Mahabharata. Candi- candi Dieng ini terbagi 3 kelompok dan 1 candi yang berdiri sendiri, yaitu kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Gatotkaca, Kompleks Candi Dwarawati, dan satu candi yang berdiri sendiri, yaitu Candi Bima.

Komplek Candi Arjuna - foto oleh @@win_fotografi via intagram
Komplek Candi Arjuna – foto oleh @@win_fotografi via intagram

Candi-candi Dieng memiliki keunikan tersendiri dari candi-candi didaerah lain yang mengangkat sejarah yang sama yaitu sejarah Hindu Tua. Selain berukuran lebih kecil dari candi-candi Hindu lainnya yang cenderung berukuran lebih besar, Candi Dieng juga memilki bentuk bangunan yang langsing dan runcing keatas. Bentuk bangunan candi- candi Dieng yang unik ini menyuguhkan sesuatu yang lebih untuk para wisatawan, karena Anda bukan hanya bisa berwisata sejarah, namun juga bisa berwisata Arsitekture.

Ukuran candi-candi di Kompleks Candi Dieng memiliki karakter tersendiri yang menarik untuk dipelajari. Begitupun halnya dengan Karakter candi yang merupakan komplek Candi Arjuna.
Kompleks Candi Arjuna adalah kompleks candi terluas di kawasan candi Dieng yaitu sekitar 1 hektar. Selain itu Komplek Candi Arjuna juga merupakan komplek candi tertua di Pulau Jawa, diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno. Kesimpulan ini berdasarkan prasasti yang ditemukan pada Candi yang bertuliskan tahun 731 Caka (809 M). Prasasti ini menjadi petunjuk bagi para ahli untuk memperkirakan bahwa pembangunan Candi Arjuna adalah sekitar awal abad 9 M. Ditemukan pertama kali pada abad 18 oleh Theodore Van Elf: seorang tentara Belanda.

Saat ditemukan, candi dalam kondisi tergenang air. Penyelamatan candi yang pertama kali dilakukan adalah 40 tahun setelah candi pertama kali ditemukan. Dan proses penyelamatan candi ini dilakukan oleh HC Corneulius, seorang berkebangsaan Inggris. Sejarah yang menarik untuk Anda ditelusuri melalui kunjungan langsung kedaerah komplek Candi Arjuna ini.

Lokasi Kompleks Candi Arjuna tidak sulit untuk ditemukan. Secara geografis berada didekat garis perbatasan Wilayah Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kompleks Candi Arjuna terletak di tengah-tengah tiga desa di Dieng, yaitu Desa Dieng Kulon di sebelah utara, Desa Dieng Wetan di sebelah Timur, dan Dukuh Karang Sari di sebelah selatan. Kompleks candi ini bisa diakses melalui jalur selatan dari arah Kawah Sikidang.

 

Komplek Candi Arjuna - Foto oleh @ailalisalisa via Instagram
Komplek Candi Arjuna – Foto oleh @ailalisalisa via Instagram

Komplek Candi Arjuna Dieng memilki Fasilitas untuk pejalan kaki yang cukup baik dan nyaman sehingga juga cocok untuk wisata jalan-jalan. Area yang bebas dari lalu lalang kendaraan bermotor dengan lingkungan yang asri, bernuansa hijau dan sejuk. Di pagari oleh pohon-pohon pinus yang menambah keasrian. Serta banyaknya bunga dandelion yang tumbuh disekitar halaman candi akan menjadikan perjalanan wisata semakin menarik.

Panggung seni budaya, festival musik, stand pedagang, camping Ground, panggung Jazz Atas Awan hingga pusat informasi , semua berada di kompleks ini. Hingga kini Kompleks Candi Arjuna biasa digunakan sebagai tempat pelaksanaan Galungan oleh umat Hindu dari berbagai daerah, yang paling banyak dari Bali. Pada tahun 2010. Kompleks Candi Arjuna juga dikemas sebagai bagian dari sebuah acara budaya tahunan yang telah dikenal dengan nama DCF (Dieng Culture Festival) yaitu sebagai tempat pelaksanaan ruwatan anak gimbal Dieng. Tradisi tahunan ini mulai digunakan sebagai pengembangan wisata yang dikemas oleh Dinas Pariwisata Banjarnegara dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Dieng . Dengan tiket masuk sebesar Rp10.000,- Anda sudah bisa menikmati objek wisata Candi Arjuna dan Kawah Sikidang

komplek candi arjuna - foto oleh @bellailmaw via instagram
komplek candi arjuna – foto oleh @bellailmaw via instagram

Dalam Kompleks Candi Arjuna terdapat 5 candi yang berderet memanjang dari selatan ke utara. Kelima candi ini memiliki ukuran yang berbeda-beda. Rata- rata bangunan candinya memiliki tinggi 4 hingga 5 meter. Paling selatan adalah Candi Arjuna, kemudian berturut-turut ke arah utara ada Candi Srikandi, Candi Sembrada, dan Candi Puntadewa. Candi ke-5 adalah Candi Semar yang merupakan candi pendamping. Candi ini letaknya tidak sederetan keempat candi utama, tetapi disebelah barat dan menghadap ke Candi Arjuna. Kelima candi masih digunakan oleh umat Hindu Bali untuk sembahyang, kecuali Candi Semar. Kelompok candi ini adalah kelompok candi yang paling utuh dari kelompok candi lainnya dikawasan ini. Berikut 5 Candi yang terdapat di Kompleks Candi Arjuna:

Candi Arjuna

Candi Arjuna adalah candi utama di kompleks ini diperkirakan sebagai candi tertua. Terletak di ujung paling Selatan dengan pintu masuk yang memiliki tangga menghadap ke arah Barat. Di bagian atas pintu dihiasi oleh pahatan Kalamakara. Berdasarkan relief dan pahatan-pahatannya, Para ahli mengatakan, Candi Arjuna bersama dengan Candi Sembrada dan Candi Puntadewa dibangun untuk menyembah dewa Siwa. Terletak diketinggian 2093 mpdl, candi ini menyajikan pesona lansekap dataran tinggi Dieng dipadu dengan mahakarya agung peninggalan peradaban Kerajaan Mataram Kuno.

Candi Srikandi

Candi Srikandi di bangun persis disebelah Candi Arjuna. Candi ini menghadap kearah Matahari terbenam. Bentuk asli atap candi srikandi tidak terlihat lagi karena sudah hancur. Candi Srikandi memiliki perbedaan dari Candi-candi lainnya di Komplek candi Arjuna. Candi yang satu ini mempunyai relief Trimurti (Dewa Wisnu, Brahma, Dan Siwa) di dinding bagian utara relief Dewa Wisnu, relief Dewa Brahma di bagian selatan, dan relief Dewa Siwa di bagian timur. Ini menggambarkan fungsi candi yang tidak hanya untuk menyembah Dewa Siwa tapi juga Dewa Wisnu dan Dewa Brahma.

Candi Sembrada

Candi ini terletak paling ujung Selatan dalam barisan kelompok Candi Arjuna. Candi ini juga dibangun untuk pemujaan terhadap Dewa Siwa. Sepintas candi ini terlihat bertingkat karena bagian atas atau atap candi yang bentuk dan ukurannya hampir sama dengan bagian tubuhnya. Candi Sebadra adalah candi yang berukuran paling kecil dari candi lainnya yaitu 4,75×5,50 m.

Candi Puntadewa

Candi Puntadewa dilihat dari arsitekturenya sudah menunjukkan seni bangunan lokal dengan relung atau tempat arca menjorok ke luar. Atap candi berbentuk palang dan hiasan atau ornament candi yang lengkap. Bangunan candi ini terbuat dari batuan andesit.
Candi Puntadewa merupakan candi yang letaknya di ujung paling utara Kompleks. Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, namun bangunannya cukup tinggi karena berdiri di atas batur setinggi 2,5 meter. Sama seperti Candi Arjuna dan Candi Sembrada, bangunan candi dibuat untuk menyembah Dewa Siwa.

Candi Semar

Candi Semar merupakan candi perwara atau candi pelengkap di kompleks Candi Arjuna. Pelengkap dalam arti kata digunakan untuk tempat umat Hindu yang akan sembahyang berkumpul sebelum masuk ke candi utama. Letaknya tidak dalam satu deret dalam deretan dengan candi- candi Kompleks Arjuna lainnya. Candi Semar adalah candi yang terkecil dalam kompleks candi Arjuna. Terletaknya di sebelah barat atau posisinya persis menghadap ke Candi Arjuna. Atap candi berbentuk limasan tanpa hiasan dengan puncak yang sudah hancur sehingga tidak diketahui lagi bentuk aslinya.

 

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *