Telaga Dringo Dieng

Telaga Dringo Dieng - foto oleh @vintageriri_ via instagram

Telaga Dringo adalah sebuah danau cantik yang berada di Dataran Tinggi Dieng yang letaknya terlindungi oleh pegunungan tinggi yang menjulang. Telaga Dringo merupakan lokasi wisata yang berada di ketinggian 2.222 mdpl menyuguhkan pemandangan alam yang sangat indah, asri, bebas polusi, dan tenang. Telaga indah di Banjarnegara ini bisa dikatakan masih sepi dari pengunjung. Meski tempat wisata ini belum banyak diketahui umum tapi keindahannya tak kalah dengan obyek-obyek wisata lainnya yang berada di Dataran Tinggi Dieng ataupun dengan obyek wisata yang tergolong sama dengan telaga ini. Walaupun belum begitu dikenal banyak orang, Telaga Dringo yang juga merupakan puncaknya Danau Dieng ini telah dinobatkan sebagai telaga tertinggi dan terindah se-Jawa Tengah.

Telaga Dringo Dieng - foto oleh @ricadwi_h via instagram
Telaga Dringo Dieng – foto oleh @ricadwi_h via instagram

Telaga Dringo terbentuk akibat letusan Gunung Sinila pada tahun 1786. Pada saat letusan, Gunung Sinila hancur dan menyisakan cekungan besar berupa kawah mati. Lama kelamaan terisi oleh air hujan dan mata air yang mucul di sekitar telaga. Namun menurut cerita pewayangan, asal usul Telaga Dringo dirangkum dalam sebuah legenda yang dikenal dengan legenda cupumanik. Sedangkan nama Dringo sendiri diambil dari nama tumbuhan yang banyak tumbuh secara alami di dekat telaga yang kemudian menjadi asal-usul nama Telaga Dringo.

Sebagai salah satu destinasi wisata di Dataran Tinggi Dieng, Telaga Dringo belum dikelola secara maksimal, baik untuk akses jalan maupun fasilitas penunjang lainnya. Jalur akses telaga yang memiliki nama lain Cemeti ini masih tergolong sulit. Untuk mencapainya Anda harus melewati hutan dengan jalan setapak kecil. Jalan menuju telaga ini memiliki medan yang menanjak dan belum di aspal. Itulah yang menyebabkan telaga ini belum banyak didatangi wisatawan.

Meski aksesnya masih tergolong sulit, Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa menyewa pemandu lokal untuk membantu dan memandu Anda menuju Telaga Dringo. Anda juga disarankan untuk menyewa kendaraan karena tidak ada kendaraan umum untuk menuju Telaga Dringo, kecuali ojek. Akan lebih baik lagi Anda juga menyewa supir/driver yang handal untuk menyetir di medan yang sulit.

Merasakan Ketenangan dan Kedamaian Telaga Dringo

Akses yang masih sulit memberikan dampak positif bagi lokasi wisata yang satu ini yaitu Telaga Dringo tetap memiliki keasriannya dan jauh dari hiruk pikuk dan kebisingan. Suasana tenang dan nyaman menjadi daya tarik kawasan wisata ini. Ketenangan sekitar telaga di serasikan dengan keharmonisan alam dan keseharian penduduk setempat dapat menjadi penawar kejenuhan atas rutinitas yang melelahkan bagi Anda ketika berkunjung ke lokasi wisata yang satu ini.

Camping di Telaga Dringo

Telaga Dringo termasuk obyek wisata alam Dieng anti-mainstream. Tidak ada lalu Lalang pengunjung yang datang ataupun hilir mudik kendaraan di lokasi ini. Selain itu juga tidak terlihat para pencinta Selfi disini. Yang ada hanyalah para petani yang melakukan aktifitas kesehariannya yaitu bertani. Kebanyakan pengunjung yang datang ke lokasi ini memilih untuk melakukan kegiatan camping untuk bisa menikmati keindahan dan keasrian yang lengkap yang ada di telaga ini. Keindahannya di pagi hari dan ketenangan dimalam hari. Untuk camping anda bisa mendirikan tenda di tepian Telaga Dringo tanpa gangguan. Anda bisa menikmati suasana indah dan damai Telaga Dringo bersama keluarga, teman, ataupun rekan kerja. Tapi disarankan bagi Anda, jika ingin camping di tepian Telaga sebaiknya membawa peralatan lengkap. Karena tidak ada penyewaan alat-alat camping seperti tenda di sana. Bawalah logistik yang cukup karena akses untuk mendapatkan makanan juga masih belum dibenahi. Pakaian yang tebal untuk menangkal suhu yang sangat dingin sangatlah diperlukan. Jika Anda hobi memancing jangan lupa bawa alat pancing. Dan yang tidak kalah penting Anda harus membawa kamera untuk mengabadikan pemandangan danau terindah se-jawa Tengah ini.

Telaga Dringo Dieng - foto oleh @sendy_noviko via instagram
Telaga Dringo Dieng – foto oleh @sendy_noviko via instagram

 

Telaga Dringo memang cocok sekali untuk tempat menghabiskan malam bersama orang orang terdekat untuk menikmati keindahan dan ketenangan. Pemandangan Telaga Dringo yang dikelilingi perbukitan hijau yang masih asri dan bebas dari polusi udara akan membuat Anda betah berlama lama berada di kawasan ini. Tentunya persediaan air bersihnya lebih terjamin. Dan yang paling dicari adalah pemandangan alamnya. Letaknya yang tinggi membuat lanskap Dataran Tinggi Dieng terpampang indah di depan mata.

Camping di Telaga Dringo juga memberi kesempatan melihat sunrise menyinari Dataran Tinggi Dieng diwaktu pagi. Meski, view sunrise di Telaga Dringo agak tertutup oleh bukit-bukit kecil di dekat telaga. Anda bisa menaiki bukit di dekat telaga yang disebut Bukit Cemeti. Tidak perlu mendaki terlalu tinggi. Cukup naik beberapa langkah maka akan terlihat view sunrise yang muncul dgn indah dari balik bukit menyinari telaga yang berwarna hijau yang sangat mempesona. Jika cuaca cerah dan tidak berkabut, Anda juga bisa melihat panorama gunung-gunung di Dieng, seperti Gunung Sindoro, Gunung Petarangan, Gunung Butak dan lainnya.

Letak dan Lokasi Telaga Dringo

Telaga Dringo terletak di sebelah barat daya Dataran Tinggi Dieng atau lebih tepatnya di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Lokasinya dekat dengan obyek wisata Sumur Jalatunda yang terkenal dengan mitos pengabul doanya. Telaga Dringo juga dekat dengan Kawah Candradimuka, tepatnya sesudah kawah. Jadi, sebelum sampai di Telaga ini Anda akan menjumpai Kawah Candradimuka. Sebuah kawah fenomenal di Dieng yang konon katanya adalah tempat Gatotkaca ditempa hingga menjadi ksatria kuat dengan julukan “Ksatria Otot Kawat Tulang Besi”.

Jalur Akses dan Medan Telaga Dringo

Letak Telaga Dringo sebenarnya cukup dekat dari Kawasan Wisata Dieng. Namun jalur akses yang sulit dan medan jalan yang kurang mendukung membuatnya agak terisolasi. Jalannya yang kecil, menanjak dan berbatu tidak bisa ditempuh sembarang kendaraan. Tipe jalan yang seperti medan off road ini sebaiknya dilalui oleh kendaraan trail, seperti sepeda motor kopling, mobil jeep atau mobil trail lainnya.

Telaga Dringo Dieng - foto oleh @vintageriri_ via instagram
Telaga Dringo Dieng – foto oleh @vintageriri_ via instagram

 

Jika Anda atau teman Anda tidak memiliki kendaraan, disarankan untuk menyewa kendaraan berikut supirnya yang handal menyetir. Kendaraan hanya bisa sampai jalan utama Desa Pekasiran untuk melanjutkan perjalanan, Anda harus treking selama 20 menit di jalan tanah dan berbatu atau menyewa jasa ojek. Hati-hati setelah hujan turun , karena akses jalannya akan berlumpur dan becek . Benar-benar perjalanan yang menantang.

Perjuangan melewati medan yang sulit akan terbayar saat Telaga Dringo telah di depan mata Anda. Hijaunya permukaan telaga yang dikelilingi perbukitan dengan pohon-pohon cemara yang tumbuh dengan rapi terlihat sangat indah. kelelahan Anda akan tergantikan oleh kekaguman akan pesona alam telaga tertinggi se-Jawa Tengah ini. Perjalanan menuju telaga tidak sepenuhnya menyusahkan. Dalam perjalanan menuju Telaga ini Anda akan disuguhkan hamparan perkebunan kentang, wortel, lobak, dan sayuran lainnya di kiri dan kanan jalan. Anda bisa menyaksikan aktivitas pertanian petani Desa Pekasiran di perkebunan yang dikelilingi oleh perbukitan ini. Perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang penuh kesan menyenangkan bagi Anda.

Jadi, tunggu apalagi. Segera eksplore keindahan Telaga Dringo yang merupakan telaga tertinggi di Jawa Tengah ini. Jangan terlalu mengkhawatirkan aksesnya yang sulit. Bukankah sesuatu yang dicapai dengan penuh perjuangan akan lebih memuaskan?

 

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *